16 Juli 2014. Jam menunjukkan pukul 17:26."Dek udah jam 5 lebih lho. Kamu nggak liat pengumuman?" Mamaku mengingatkan di ruang makan sambil mempersiapkan makanan berbuka. Beberapa menit lagi bedug maghrib berkumandang. "iya ma. Bentar lagi" sahutku. Hatiku berdebar. Di grup teman-temanku sudah mengumumkan diterima di ptn yang mereka pilih. Semakin berdebar saja aku membacanya. Kubuka laptop cepat-cepat. Ku connect kan dengan internet segera. Langsung saja aku membuka web sbmptn. Ku ketikkan nomer pesertaku dan tanggal lahir. Tiba-tiba mama menghampiriku. Aku dan mama melihat bersama-sama. Layar laptopku berkedip. Ya,yang aku tunggu telah muncul. Tubuhku lemas,aku tak mampu menahan tangis. Tulisan berderet yang membuatku kecewa. Aku tidak lolos seleksi SBMPTN 2014 .Mengetahui itu mama dengan lembutnya menenangkanku. Aku tetap saja tak bisa menahan air mataku.Tiba-tiba ayah menghampiriku. Beliau membangunkanku dan memelukku. "Sudah. Ini bukan jalan terakhir. Masih banyak anak yang seperti kamu.Tenang."ayah menenangkanku. Aku semakin tak berdaya mendengar kata-kata ayah."Ayah aku minta maaf. Aku bikin kecewa kalian" ucapku sambil terisak. "Iya sayang. Masih ada kesempatan." tegas ayah dengan sabarnya. Aku malu,Aku sedih aku takut,kecewa. Semua jadi satu.Melihat wajah kecewa yang sengaja ditutupi agar tak terlihat olehku. Ah..Seharusnya aku yang melakukan itu.
Suasana berbuka yang biasanya nikmat kini berubah suram. Ayah mamapun hanya menghabiskan sedikit makanannya. Aku masih terisak dikamar. Aku membayangkan betapa kecewanya orangtuaku,Kemana lagi harus melangkah. Oh.Tuhan... .Aku terus menangisi peristiwa yang bar terjadi.
Getar handph one kumembuyarkan lamunanku. Kusadari ini sudah siang dan waktunya aku bersiap untuk kerumah ilen. Perjuangan kembali ku lakukan. Apapun akan ku lakukan untuk menebus kekecewaan orang tuaku. Ku mulai dari 0 dengan langkah yng menyakitkan. HArus ku terima itu. Entah hari ini apa yang terjadi padaku. Ya. Haari ini pengumuman mandiri ugm akan di umumkan. Aku cuma bisa pasrah danberperasangka baik dengan Allah... Dia yang punya rencan yang lebih baik :))